Chapter Seven.
Page 182 of 365.
No Greater Love.
No greater love.
Than a love that sets you free.
No greater love.
Than a love that gives you hope.
No greater love.
No greater love.
When you feel alone,
and on your own,
just look up above.
There is love, there is love.
When you cry for help,
and no one heard,
you can always cope.
There is hope, there is hope.
No greater love.
Than a love that makes you sing.
No greater love.
Than a love that hold you close.
No greater love.
No greater love.
No greater love in this world.
No greater love i can ever feel.
No greater love, no greater love.
Showing posts with label sad. Show all posts
Showing posts with label sad. Show all posts
Monday, July 1, 2013
Monday, June 24, 2013
Tangisan Sunyi
Chapter Six.
Page 175 of 365.
Tangisan Sunyi.
Tik.
Tik.
Tik.
Suara air jatuh dari atas atap.
Sisa - sisa keriaan tarian hujan.
Sepi.
Sendiri.
Ada laba - laba menyulam kebahagiaannya di pojok.
Membuat ilusi indah untuk menjebak mangsanya.
Bayangan santap malam yang lezat hari ini sudah di depan matanya.
Namun ia masih sendiri.
Merajut mimpi indahnya di pojok itu.
Sementara berlarian di bawah, semut - semut yang bergotong royong.
Membawa ini, menggotong itu.
Asal bergerak sang ratu pun senang.
Riuh rendah perintah berkumandang.
Ayo, kerja, ayo.
Tik.
Tik.
Tik.
Tetesan ini bukan air lagi.
Kali ini lebih kental dan lebih pekat.
Sang laba - laba melirik ke arah sana dan melihat raksasa berdiri sendiri.
Sama sepertinya.
Namun, bedanya sang laba - laba masih mempunyai harapan sedangkan raksasa itu tidak.
Page 175 of 365.
Tangisan Sunyi.
Tik.
Tik.
Tik.
Suara air jatuh dari atas atap.
Sisa - sisa keriaan tarian hujan.
Sepi.
Sendiri.
Ada laba - laba menyulam kebahagiaannya di pojok.
Membuat ilusi indah untuk menjebak mangsanya.
Bayangan santap malam yang lezat hari ini sudah di depan matanya.
Namun ia masih sendiri.
Merajut mimpi indahnya di pojok itu.
Sementara berlarian di bawah, semut - semut yang bergotong royong.
Membawa ini, menggotong itu.
Asal bergerak sang ratu pun senang.
Riuh rendah perintah berkumandang.
Ayo, kerja, ayo.
Tik.
Tik.
Tik.
Tetesan ini bukan air lagi.
Kali ini lebih kental dan lebih pekat.
Sang laba - laba melirik ke arah sana dan melihat raksasa berdiri sendiri.
Sama sepertinya.
Namun, bedanya sang laba - laba masih mempunyai harapan sedangkan raksasa itu tidak.
Subscribe to:
Posts (Atom)