Friday, August 17, 2012

break

hey, readers.

it's been ages since the last time i wrote here but here's the good news: i'm back to stay. yup, i promise i will post things more often!

just a little catch up for today.

so, i've been thinking a lot about... me.

not the usual thinking i did like what would i be, what should i do. but now i'm thinking about: how do i start, what's next. yes, people. finally, imanuel christo has decided to do some bigger things.

some people say that planning is half the work and i was trapped in that paradigm for years. i spent a lot of times thinking and thinking and end up doing nothing because i saw so many failures that could happen. yeah well, i was like that.

but sometimes it takes a painful situation to make us change our ways.

you have to stop blaming others for your mood swing.

you have to stop complaining God when things don't go as you plan.

you have to stop thinking and just doing your things.

you have to give yourself a break and start the first step right now.

if you want to be a writer, get your lazy ass off the couch and start writing!

if you want to be a singer, you have to start singing!

just do the baby steps. it only hurts for the first but the next step is gonna be easier.

okay, write to you real soon!

Saturday, June 30, 2012

me, passion, and patient



Hey, readers! Menyusul post yang kemarin tentang dreams, sekarang saya mau berbagi cerita yang hampir sama tentang itu. We’re going to talk about passion!
My post today is inspired by one of awesome mentors of @oxygenjpcc, Ka Ricky Setiawan (@onlyricky). He is the author of Postcards from Heaven, salah satu buku non mainstream yang saya cukup suka. Materi ini dibawain Ka Ricky di Youth Camp @oxygenjpcc taun lalu dan saya sangat bersyukur bisa dapet kesempatan dengerin materi ini.
Okay, guys, meet SMASH.
No, no, bukan SMASH yang boyband itu. SMASH ini adalah salah satu tools yang simpel buat menetapkan dan menjalankan passion kita. SMASH is derived from Skill, Mentors, Associate, Stage, and Hope. I’m gonna give you a little hint about each one.
Skill itu menyangkut apa passion kita, apa yang kita suka kerjakan. Mentors adalah orang – orang yang bisa membimbing kita dalam rangka menjalankan passion kita. Associate adalah pergaulan kita yang memiliki passion yang sama dengan kita. Stage menyangkut tentang kesempatan kita melakukan passion kita di depan audiens ataupun siapa saja yang bisa memberi kita umpan balik. Dan Hope adalah harapan.
So here’s where the story begin...
17 Juni 2011. Hotel Yasmin, Puncak.
Siang itu adalah hari kedua Youth Camp yang sedang gue ikutin. Di salah satu sesi, tersebutlah seorang Ricky Setiawan yang akan membawakan materi sesi selanjutnya. His name gives me a hint of something at that time but i don’t really know what it is. Sesinya membahas tentang passion, something that all teenagers and youth are passionate about. The session was cool and fun but another sessions were just as cool so it doesn’t really stand out at that time. Seberesnya sesi itu, kita dibagiin kertas SMASH plan dari sesi itu. Gue langsung masukin kertas itu ke agenda biar bisa dibaca lagi di rumah.
Singkat cerita, hampir seminggu ketika sampai di rumah, gue lagi baca buku Postcard from Heaven dan menyadari bahwa the guy who talked on the Youth Camp was the same guy who wrote this book! Astaga, saat itu ada dua pikiran yang mucul dalam otak gue. Pertama: Kenapa saya gak minta tanda tangan atau foto bareng? Kedua: Hey, i guess i have something from his session.
Dibukalah kertas SMASH plan tersebut dan gue langsung bersemangat untuk isi kertas itu.
First... Apa ya passion saya?
Jawaban yang muncul adalah jawaban saya dari dulu ketika mengisi kolom hobi: menyanyi dan menulis. Yes. Itu pasti passion saya tuh. Dengan penuh keyakinan dan percaya diri, saya rancanglah rencana mengejar passion saya di dua bidang itu.
Bukan hal yang susah sebenarnya buat gue melakukan perencanaan itu. Bagi gue, menyanyi dan menulis itu udah seperti napas. I do it naturally. Jadi, harusnya saya dengan mudah dong menjalani dua hal itu? Wrong. Tottaly wrong.
Pertama, menulis. Menulis itu sebenernya efek samping dari hobi utama saya yaitu membaca. Memang, secara akademik, saya hampir selalu mewakili sekolah saya kalau ada lomba mengarang. Memang bakat membohong sudah mendarah daging since Cain and Abel era. Tapi, di luar itu, saya nol besar.
Mengikuti passion dalam menulis dan mengikuti lomba menulis adalah dua hal yang berbeda. Ikut lomba menulis adalah momen. Kita hanya harus menulis satu karangan yang ditentukan sebelum deadline dan voila! Menang deh. Sementara menulis itu butuh ketekunan. Butuh komitmen. Butuh usaha keras.
Saya, yang terbiasa menulis sebagai peserta lomba, cukup kaget karena menulis sebagai penulis itu cukup berbeda. Jadi penulis itu gampang tapi menulis buku itu sulit. Saya boleh menang di departemen kreativitas dan ide tapi saya kalah telak di departemen ketekunan dan fokus. Banyak ide cerita yang berujung sebagai ide cerita saja karena gue gak bisa komit selesaikan satu novel. Hahaha.
So, i was thinking to concentrate on singing. This is a nightmare for me, actually. My singing voice is not karaoke voice. Saya terbiasa nyanyi dengan customized song yang sudah disesuaikan dengan range vokal saya. Selain itu, stage fright itu adalah sahabat saya. Menyanyi di depan umum adalah suatu kutukan bagi saya. Got people staring at me is killing.
Awalnya, saya masih berpikir singing is my passion. Tapi ketika saya COB taun lalu, Ps. Jeffrey bilang hal ini:
What God wants you to do is not what you are used to do.
Bukan karena kamu terbiasa melakukan hal itu berarti kamu harus terus melakukan hal itu.
Carilah ultimate purpose kita dari Tuhan.
Saat itu, saya langsung tau ini adalah teguran Tuhan atas kesoktahuan saya menetapkan rencana hidup saya tanpa konsultasi dulu dengan Tuhan. Ketika, sesi COB selesai, saya berdoa. Tuhan, kalo emang tadi itu teguran buat ‘passion’ saya, coba kasih tau apa yang jadi rencanaMu buat saya sesungguhnya.
Pulang dari COB, gue memutuskan naik kereta ekonomi. Entah kenapa. Padahal, gue beli tiket commuter line seperti biasa dan kereta commuter line sudah hampir sampai di stasiun tempat gue menunggu. Tapi, gue akhirnya naik kereta ekonomi yang lewat saat itu. Gue langsung keluarin bukunya Merry Riana yang Mimpi Sejuta Dollar yang baru dibeli beberapa hari sebelumnya demi mencegah kontak dengan orang – orang yang mencurigakan di kereta ekonomi. Dan ternyata Tuhan langsung menjawab doa makhluk ini saat itu juga.
Gue diketemukan dengan Ko Hans, salah satu mentor saya sekarang.
Gak lama ketika gue duduk di kereta, tiba – tiba ada yang ajak gue ngobrol. “Wah, itu bukunya Merry Riana yang baru?’
Setelah dicari sumber suaranya, ternyata yang ngomong adalah cowok umur 25an dengan pakaian kerja rapi. Akhirnya, karena gue mengira dia orang baik – baik dan tidak berniat mencuri dompet mahasiswa yang isinyatidak seberapa ini, kita ngobrol.
Ternyata, Ko Hans ini kenal adik dan sepupu gue. Dia pelatih basket salah satu sekolah di Bogor dan karena dunia perbasketan yang terlalu kecil atau adik gue yang terlalu eksis, dia tenyata kenal adik gue. Kalo sepupu gue, sepupu cewek gue pernah pacaran sama temennya Ko Hans jadi mereka kenal. Ternyata, dunia hanya seluas kereta ekonomi... -__-
Obrolan kita pun sampai ke percakapan tentang buku yang gue baca ini. Jadi, as you may all know, Merry Riana adalah salah satu miliarder ‘tempaan’ Prudential, which is the place that Ko Hans has been working on at that time for the last few months. Setelah baca biografinya Merry Riana ini, gue tertarik dengan dunia asuransi. Why?
Pertama, trauma masa lalu. Opa gue dirawat sebulan di ICU setelah Oma gue meninggal. Sebulan di ICU, men. Millions of money spent on my Grandpa’s medication simply because my Grandpa didn’t have health insurance. Perawatan Opa gue mengguncang keluarga gue, mentally and financially. Akhirnya rumah Opa dijual dan gue pindah ke rumah Oma. Di saat itu, gue mengerti pentingnya asuransi. Asuransi gak memperpanjang atau memperpendek umur. Asuransi bukan kita beli untuk diri kita tapi untuk keluarga kita. Asuransi itu penting. Unfortunately, i had to learn it the hard way. (Tweet me on @imanuelchristo to have a chat or to ask my blackberry pin to have a chat.)
Kedua, dunia asuransi dan financial consulting melibatkan dua hal utama yang jadi kesukaan gue: konsultansi dan menolong orang. Financial consulting sekilas hampir sama dengan dunia psikologi. Intinya, kita melakukan konsultasi one on one dengan tujuan meningkatkan taraf hidup orang banyak. Saat itu, gue menilai pekerjaan ini menarik.
Singkat cerita, gue akhirnya tukeran pin bb sama Ko Hans dan bikin janji ngobrol tentang kerjaan dia. Gue sangat antusias buat ketemuan dan ngobrol tentang kerjaannya. Dan setelah beberapa kali bertemu buat ngobrol, gue memutuskan untuk bergabung dengan Prudential. Kali ini, setelah konsultasi dan kontemplasi dengan pihak Yang Berwenang atas hidup saya.
Ternyata, dunia auransi tidak semudah yang terlihat. Gue harus ikutan kelas pembinaan 4 hari berturut – turut dan ikut dua kali ujian dulu di Prudential sebelum bisa ikut ujian AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia). Bahkan setelah lolos ujian AAJI dan sah untuk jadi financial consultant, gue harus ikutan kelas training tiap sabtu di agency gue. Bekerja sebagai financial, assets protection, and health care planner di Prudential tidak semudah yang orang kira.
Tantangan utamanya adalah mencari nasabah tentunya. Kalau gue ceritain di post ini, bisa gak habis – habis postnya. Nanti akan gue cerita di post lainnya. Hehehe. Bahkan gue masih struggle dalam mencari nasabah hingga saat ini. But, giving up is for rookie, right?
Nah, gue mau menjabarkan gimana SMASH plan menolong gue dalam mencapai dan bertahan menjalankan passion gue di bidang financial consulting ini:
1.      Skill
Jangan terjebak dengan definisi skill standar. Banyak diantara kita yang terjebak dengan definisi skill yang terpaku di menyanyi, main basket, atau matematika. Bedakan antara passion dan kebiasaan. Gue sempat terjebak dengan beberapa hal yang gue kira passion utama gue and they turn out to be something i used to do.
Mungkin beberapa dari kita ada yang bener – bener suka nonton DVD? Hey, you’re not slackers. Try to be movie reviewers. Kalo kita suka belanja? Bukan berarti kita boros, ada kemungkinan kita potensial jadi personal buyer atau fashion consultant. Be creative with your passion. If you can’t find a job, make one.
2.      Mentor
Setelah tau apa passion kita, segera cari orang yang sukses di bidang itu. Minta mereka bantu kita, semakin sukses orang itu, gue yakin semakin senang mereka untuk give back dengan mentoring. Jangan takut meminta mereka untuk mentoring.
Gue bersyukur bisa ketemu Ko Hans yang mengenalkan gue dengan mentor lain, Ko Andy dan Ko Anthon. Gak semua bisa bertemu mentor sebaik mereka yang sabar menghadapi gue yang sangat lambat perkembangannya. Hehehe.
3.      Associate
Ketika kita menjalankan passion kita, sangat mungkin bagi kita kehilangan ‘teman’. Ada yang gak suka lihat kita maju, ada yang gak suka dengan pilihan kita, dan berbagai alasan lainnya. Dan gue juga sempat ngerasain hal ini. tapi satu quote ini menguatkan gue:
“We don’t lose friends. We just find out who the true ones are.”
Untuk itulah, kita perlu menemukan komunitas yang sehat dan supportif. Untungnya lagi bagi gue, gue tertanam di komunitas yang sangat sehat dan supportif. I’m grateful beyond measure for my DATE Apartemen Semanggi 2 yang sangat membantu saya bertahan di tengah riuh rendahnya dunia *hiks hiks, tisu mana tisu*.
Sangat penting menemukan teman yang sehati atau setidaknya mendukung kita karena the passion track is the bumpy one.
4.      Stage
Selanjutnya? Let’s hit the dance floor, baby! Coba terus mengasah kemampuan kita. Cari kesempatan untuk tampil. Gue orangnya sangat pemalu *i hear some of you whisper YEAH, RIGHT! hahaha* tapi yang gue lakukan saat ini mengharuskan gue untuk membuang sifat pemalu gue itu. Setiap ketemu temen baru, sekarang gue bisa memulai percakapan dan meminta pin bb untuk bisa ngobrol – ngobrol. Mungkin bagi kalian itu hal kecil tapi bagi gue itu sudah menjadi tahap yang bagus buat gue menghilangkan sifat pemalu gue.
Kalau kalian gak tau stage untuk skill kalian dimana, coba tanya mentor atau associate kalian. Kalau kalian memilih orang yang benar dan tepat, pasti kalian gak sulit menemukan stage untuk skill kalian.
5.      Hope
The last but the most important part! Kita harus punya harapan yang benar dalam rangka mengejar passion kita. Dan buat gue, Tuhan itu pemberi harapan yang sangat baik buat gue. Look on Jeremiah 29: 11.
Ketika kita gagal, kita gak boleh putus asa lama – lama. mungkin akan ada beberapa penolakan yang sangat menyakitkan dalam perjalanan kita. Tapi akan sangat bodoh jika kita menyerah hanya karena satu penolakan. Kalau Thomas Alva Edison, J.K. Rowling, dan  Walt Disney menyerah pada penolakan pertama, kita gak akan ketemu bola lampu, Harry Potter, dan Mickey Mouse sekarang.
            Sesuai judul post ini, ada satu elemen dalam proses pengejaran passion yang sangat penting: Patient. Yak, sabar.
            Kenapa sabar? Karena passion itu bukan garis akhir. Passion itu adalah garis awal dan pengejaran passion itu adalah perjalanan sesungguhnya. Patient membantu Hope kita lebih solid. Patient membuat kita mendapatkan Stage, Associate, dan Mentors yang baik. Gue pernah ketemu orang yang sebenernya memiliki semua elemen SMASH dalam pengejaran passionnya tapi dia end up gagal total karena dia gak sabar. Ingat, yang penting memang hasil akhir tapi proseslah yang menentukan bagus atau tidaknya hasil akhir itu. Jadi, sabar. Waktu itu salah satu privilege utama Tuhan atas hidup kita so don’t insist untuk memberlakukan waktu kita dalam kehidupan yang dikasih Tuhan.
Yap, that’s all, fellas. Semoga kalian mendapat sesuatu dari post gue kali ini. God bless you! ;)

Tuesday, May 8, 2012

map and faith

hello, readers.

wow, finally, i can post another post to my blog. padahal lagi di tengah himpitan dan siksaan mid term exams nih. hahaha. untungnya hari ini lagi gak ada exams tapi besok udah ada lagi. tinggal seminggu lagi dan ada libur empat harian gitu. lumayan deh. :D

anyway, my college life is not as exquisite as i thought it would be. lol. first semester went pretty smooth actually. made a lot of friends at the beginning, discovered some uh-not-so-good-to-be-closer-with type of friends along the way. while i tried to survive in this college drama, i achieved, uhm, good gpa. i thought i could do better actually since 3,67 is not good enough for me. i got 3 subjects on b+ and one of them is marketing, the subject that i had decided to be my major. hahaha. well, i'm grateful for the result since i got it while i had to commute to Jakarta from Bogor everyday. second highest gpa on my class doesn't sound too bad. this semester, i am not gonna receive any b+. #faith

well, you may be, or may not be, wondering what the heck the title of this post means..

map is needed when we are on a trip or when we're planning to go to somewhere. soon as we know where we want to go, we'll buy a map that shows us how to get to our destination from where we are now. map shows us which route should be taken and which should not, it helps us to stay on the right track. unfortunately, some of us can't read the map, that's why some of us choose to go with friends that can read the map. we may not need the map all the time along the journey but we still need to look up on it when we are not sure where we are going next.

peta juga seharusnya dimiliki dalam kehidupan kita. when i said life, i don't mean the daily life. i mean your life life. your ultimate journey, not your daily activities. okay, at this moment, mungkin beberapa akan merespon kayak gini:


come on, kita udah tau lah mau jadi gimana nanti, yah jadi sukses lah.


and to be honest, that was my response until two weeks ago.

dari dulu, gue selalu berpikiran kalo gue harus sukses, financially and non-financially. pokoknya gue harus kaya, bahagia, muda, dan taat beragama. yah, pokoknya tipe manusia sempurna yang diidamkan setiap insan di dunia deh. but that was totally not a goal.

ternyata, setelah disadarkan sama salah satu mentor gue, tujuan gue yang kayak begitu bukan goal. itu sih udah jadi Indonesian Dream banget. gue dikasih tau seperti apa yang baik kalo mau punya goal.

pendahuluan: gak ada mimpi yang mustahil. yang ada cuma usaha yang kurang banyak.

nah, yang pertama adalah know what you want. sebelum beli map untuk bepergian, kita harus tau mau beli peta apa. harus jelas. kalo kita mau liburan ke pantai, gak akan ada peta pantai doang. adanya peta Bali, peta Pangandaran, dan lain lain. kalo kita mau sukses, kita harus tau sukses yang kayak apa. kalo mau punya rumah, rumah kayak apa. kalo kita mau kuliah di luar negeri, kuliah di mana. harus jelas, gak boleh rancu.

yang kedua adalah know when you will start and end it. kalo kita udah fix nih, mau ke Bali dari Jakarta. kita harus tau mau berangkat kapan. bulan depan? taun depan? 100 taun lagi? kapan? pilih satu tanggal dan catat kapan kita 'berangkat' dan kapan kita 'sampai'. tentukan jangka waktu dari goal kalian. kalo misalnya mau beli rumah seluas 900 meter persegi di BSD (harus serinci mungkin, inget no 1?), kita harus tentukan kapan mau mulai usaha buat mimpi itu dan kapan mimpi itu harus terwujud. kalo kalian putusin 5 tahun mulai hari ini (8 Mei 2012), that means di 8 Mei 2017 kalian harus udah punya rumah seluas 900 meter persegi di BSD.

next step is know how to get there. kalo udah tau mau ke mana dan kapan, putuskan bagaimana ke sana. apakah naik mobil? apakah naik pesawat. lanjut contoh yang tadi, kalo udah tau 8 Mei 2017 kalian sudah harus punya rumah 900 meter persegi di BSD, pikirkan gimana caranya dapetin rumah idaman itu dalam 5 tahun. bagian ini cukup krusial karena kita harus jabarkan action plan kita. kalo kita mau cicil rumah itu pake kpr, harus cari tau pake bank mana, bunganya berapa, bayarnya berapa lama, kalo di denda berapa, cicilannya berapa per bulan, gimana kita dapet uang buat bayar cicilannya, gimana kalo kita gak bisa bayar cicilannya di tengah jalan. pikirkan semua pertanyaan, even menurut kalian itu adalah pertanyaan yang bodoh. semakin banyak pertanyaan yang didapat, semakin bagus. selanjutnya? jawab pertanyaan itu! misalnya yang tadi: mau pake kpr bca, bunganya 25 persen setaun, bayarnya 10 taun, denda kalo telat 1 juta, per bulan cicilannya 10 juta, bayarnya dipotong dari gaji kita per bulan, kalo gak bisa bayar nanti papa akan bantu (itu contoh dari kasus di atas).

masih ada nih, yang (hampir) terakhir adalah know why you want it. kenapa kita mau goal ini berhasil? demi gengsi? demi kebahagiaan? hal ini yang akan bikin kita keep motivated along the process dan bikin semua usaha kita punya makna. balik ke contoh tadi: kalo kita udah putuskan ambil cicilannya di bank bca dan bayar cicilannya 10 juta per bulan dengan cara dipotong gaji kita karena kita mau punya rumah pribadi unuk keluarga kita nanti, kita pasti kerja keras biar bisa survive di kerjaan kita atau malah biar naik gaji. ketika kita cape, kita harus pikirin cicilan rumah itu. cicilan rumah buat calon istri sama anak kita nanti, cicilan  tempat tinggal kita sampe tua nanti. be emotional, tanamkan pemikiran yang cukup emosional biar kita makin terpacu.

nah, the last thing, but the most fundamental, we need is faith. apapun keyakinan kita, kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan ikutan bekerja juga dalam setiap usaha kita. selama impian kita gak bertentangan sama ajaran agama dan nilai kemanusiaan, gue percaya Tuhan akan ikut terlibat dalam rencana kita.

gue menyebutkan faith secara khusus dalam judul karena menurut gue, ini sama pentingnya dengan punya 'peta' kehidupan itu. perjalanan meraih impian kita gak akan mulus. gue juga masih sering jatuh-dan-hampir-lupa-bangun sekarang ini. yang bisa menolong kita yah cuma iman kita. gak selamanya akan hujan terus, pasti ada cerah juga. kita harus percaya sama Tuhan. tapi juga gak selamanya akan cerah terus, pasti akan ada hujan juga. kita harus percaya sama Tuhan. semua hal yang Tuhan biarkan terjadi dalam hidup kita, yang Tuhan biarkan terjadi loh bukan yang kita pilih untuk terjadi, itu ada tujuan yang mulia.

kalo kita mengalami kegagalan, anggap itu bagian dalam paket kesuksesan. anggap aja goal kita itu mainan Happy Meal dan kegagalan adalah ayam goreng, nasi, dan sodanya. ketika kita mau dapet mainan itu, kita harus bayar harga sepaket dengan semua makanannya. mau gak mau, suka gak suka.

well, that's all today.
see you!

Friday, March 30, 2012

coffee shop blues

they said,
if a guy sits alone at a coffee shop
with his laptop on,
he must be heart-broken so bad
because nothing but a heart-break
can make a guy does it.

you knew,
the first time i saw you
was nothing special or worth remembering,
that's what i thought that time
because i never
intentionally planned to fall
in love again.

i knew,
the first time we had a chat
was a miracle,
because i never thought i'd have
the courage to talk to you, even for a simple hello,
but we finally talked.

everybody knew,
the day after we had a chat that night
was the day i realized that i fall in love
because no one ever made me feel so happy
as i was when i talked about you,
who once a total stranger for me.

i should have known,
that we are not meant to be for each other
because the way i felt was not the way you did,
the enthusiasm i felt about our chance to have a chat
was not your concern.

you should have told me,
that you were not seeing me the way i saw you
because your heart was given to someone else,
the one who gave it back to you
in pieces, like you did to mine.

they said,
that my heart will heal
eventually,
just take your time and see someone else
but i can't imagine
that i will see other the way i saw you.

and now you know,
why i spent days,
sitting here alone and
write this blues.

Friday, December 30, 2011

goodbyes, hellos

hey, readers!

udah lama banget gak ngetik di blog tercinta ini.. ooh, i miss you so much! :D

today, i'm gonna tell you what happened in 2011!

diawali dengan terbentuknya kelompok kecil atas inisiatif sendiri bernama Fire Burning yang beranggotakan Ci Priska, Tobias, David, Hana, Denis, dan saya sendiri. Kelompok kecil ini biasanya kumpul setiap Sabtu untuk sharing about life and faith tapi sekarang udah jarang buat bisa rutin kumpul karena sudah mulai sibuk. eFBers, that's what we called ourselves, itu banyak ngajarin pelajaran penting di 2011 seperti jangan biarkan Denis menyetir walaupun mobil dia yang dipake.. pokoknya, jangan deh kalo mau selamat sentosa sampai tujuan.. nah lewat Ci Priska juga saya akhirnya mengenal JPCC but i'm gonna save the best for last. ;)

juga saya akhirnya nyanyi di acara Paskah & Natal di Gereja Kristus Bogor. di acara Paskah, nyanyi bareng Ci Priska & Hana, di Natal, nyanyi sama Katherine. kedua pengalaman itu bener - bener pengalaman yang paling seru tahun ini! lewat pengalaman ini, akhirnya saya sadar kalo nyanyi adalah passion saya selain nulis. :D

2011 juga adalah taun dimana saya akhirnya mencoba memberanikan diri naik pesawat, bukannya memberanikan diri sih, lebih ke arah terpaksa. hahaha. walaupun cuma penerbangan ke Jogja yang cuma 1 jam lebih sedikit tapi rasanya saya berasa keren udah memberanikan diri keluar dari zona aman saya. :p

saya ditolak lagi masuk UI taun ini, yang sedikit banyak saya syukuri karena akhirnya saya sadar bahwa psikologi bukanlah jalan Tuhan ataupun karier yang cocok buat saya.

saya membaca 3 buku yang berhasil mengubah pola pikir saya dan filosofi saya tentang hidup. buku itu adalah: Unlimited Wealth, The Science of Luck, dan Mimpi Sejuta Dollar. buku pertama dan kedua adalah bukunya Bong Chandra dan yang ketiga adalah biografinya Merry Riana. lewat semua buku ini, saya akhirnya berani merealisasikan, bukan merealistiskan, mimpi saya lewat langkah - langkah kecil mulai dari sekarang. :)

taun ini juga saya belajar mengucapkan sampai jumpa dan terima kasih kepada seseorang yang namanya gak akan pernah saya lupakan. cuma dia yang bisa buat saya begadang semaleman biar message saya dibales loh, padahal gak pernah ada yang bisa sebelumnya. saya juga belajar gimana sakitnya patah hati gara gara dia. hahaha. mungkin memang udah ceritanya harus begini yah, but thanks a lot to JL1310. your name still makes my heart skips a beat loh, hahaha. ;)

saya juga akhirnya menjadi mahasiswa di LSPR! banyak temen baru disini, temen hedon sih kebanyakan bukan temen curhat. malahan saya yang jadi tempat curhat, hahaha. semoga saya bisa jadi berkat di LSPR. ;)

dan yang paling penting adalah: saya diperkenalkan sama JPCC! terima kasih yang sebesar-besarnya sama Ci Priska karena saya akhirnya menemukan tempat yang cocok bagi saya buat bertumbuh. sekarang saya udah tertanam di Oxygen JPCC dan jadi DATEr di DATE Apartemen Semanggi 2. saya juga merasa diberkati lewat Youth Camp kemarin, Masterpiece. bisa ketemu temen baru, dapet pelajaran baru, dapet revelation baru about myself, dan dapet direction baru about my life. juga lewat kelas COB dan Vision Partners yang udah saya ikutin, 2012 harus COL & COC! ketemu dan bisa ngobrol bareng (bahkan semobil!) sama Ka Sidney Mohede, my favorite gospel singer. dan ketemu keluarga baru di DATE Apartemen Semanggi 2 yang selalu bikin saya kangen sama hari Kamis. thanks a lot to my JPCC family! :D

banyak tawa dan banyak kesedihan juga di 2011 tapi saya bersyukur karena lewat semua hal yang telah terjadi, saya menjadi saya yang sekarang.

thanks, 2011! hello, 2012!
i am ready!